LIhat
Gresik, 20 September 2025 – PT PLN (Persero) meresmikan penyalaan pelanggan tegangan tinggi (TT) milik PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) dengan daya 40 MVA di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan sekaligus mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik sebagai pusat industri strategis nasional.
Acara peresmian yang berlangsung di kantor PT BKMS turut dihadiri oleh Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN Dini Sulistiyawati, General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir, General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja, General Manager PLN UIP JBTB Fathol Arifin, serta jajaran direksi PT BKMS.
Direktur Keuangan PT BKMS, Irfan Johan Kuswayudi, menyampaikan bahwa penyalaan listrik ini akan memperkuat posisi KEK Gresik sebagai kawasan industri terpadu dengan target investasi hingga USD 16 miliar dan penyerapan tenaga kerja mencapai 200 ribu orang pada tahun 2036.
“Sinergi dengan PLN memastikan pasokan energi andal bagi tenant strategis, termasuk smelter PT Freeport Indonesia dan industri kaca,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menegaskan bahwa PLN terus menjaga keandalan layanan di tengah tantangan industri.
“BKMS menjadi satu-satunya kawasan industri yang justru tumbuh signifikan di saat beberapa pelanggan besar menurunkan daya. PLN berkomitmen mendukung kebutuhan listrik BKMS hingga mencapai 500 MVA sesuai RUPTL, dengan memastikan infrastruktur siap dan layanan pelanggan semakin optimal,” jelasnya.
Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistiyawati, menambahkan bahwa momentum ini sejalan dengan Hari Pelanggan Nasional 2025 bertema “Pelanggan Hebat Energi Bersahabat.”
“PLN dan BKMS adalah mitra strategis. Dengan kolaborasi ini, kami optimis mampu mendorong industrialisasi, mempercepat investasi, sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih di KEK Gresik,” ungkapnya.
Hingga September 2025, total kebutuhan listrik di KEK Gresik yang telah terpenuhi mencapai 239,5 MVA, terdiri dari 170 MVA untuk PT Freeport Indonesia, 29,5 MVA pelanggan tegangan menengah BKMS, serta tambahan 40 MVA pelanggan tegangan tinggi yang baru saja diresmikan.
Ke depan, kebutuhan listrik akan terus meningkat hingga mencapai 500 MVA pada 2028, seiring dengan bertambahnya tenant-tenant baru di kawasan industri.
PLN menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik di KEK Gresik akan menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat daya saing investasi, serta mendukung visi Indonesia menuju Net Zero Emission 2060 melalui penyediaan energi bersih dan berkelanjutan.
